Friday, March 15, 2013

LAPORAN PENDAHULUAN MENGENAI KEHAMILAN DENGAN ANEMIA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menurut WHO 40 % kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang kebudayaan saling berkaitan. Kejadian anemia dalam Negara berkembang bekisar antara 20 sampai 89 % dengan menetapkan HB 11 % sebagai dasarnya dan kebudayaan ibu-ibu hamil memiliki  kadar HB yang rendah.  Berdasarkan hasil penelitian Hoo Swi Thiong frekuensi anemia dalam kehamilan terjadi sekitar 42.2 %. 3,8 % terjadi pada trimester I, 13,6 % terjadi pada trimester II, dan 24,8 % terjadi pada trimester III. (WHO,2006)
Simanjuntak mengemukakan bahwa sekitar 70% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia akibat kekurangan gizi dan pada pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa kebanyakan karena kekurangan zat besi yang dapat diatasi melalui pemberian zat besi secara teratur dan peningkatan gizi. (Manuaba, 2010)
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan pada tahun 2009 tercatat 91.020 (87,29%) ibu hamil yang menderita anemia dari 104.271 ibu hamil yang memeriksakan diri, diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu anemia ringan 45.510 (50%), anemia sedang 42.043 (46,19%), dan anemia berat 3.467 (3,81%). (DinKes Kal-Sel, 2009)
Dari data yang di peroleh pada ibu hamil di Puskesmas diantaranya mengalami anemia, ini dipengaruhi oleh suatu ekonomi dan status pendidikan yang masih rendah. Oleh karena itu, penulis tertarik mengambil studi kasus dengan judul “ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN”.
B.    Tujuan
1.    Tujuan Umum
Dapat melaksanakan  Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny. L  hamil trimester II (21 minggu) dengan Anemia Ringan  di Puskesmas S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06 November November dengan menggunakan pendekatan  asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan.
2.    Tujuan Khusus
a.    Dapat melaksanakan pengkajian dan analisis data pada Ny.L hamil trimester II (21minggu) dengan Anemia Sedang  di Puskesmas  S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06 November 2012
b.    Dapat merumuskan diagnosa/masalah potensial pada Ny.“L” hamil trimester II (21minggu) dengan anemia ringan   di Puskesmas S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06 November 2012
c.    Dapat menetapkan rencana tindakan asuhan kebidanan pada Ny.“L” hamil trimester II (21minggu) dengan Anemia Ringan  di Puskesmas S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06 November 2012.
d.    Dapat mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan pada Ny.“L” hamil trimester II (21minggu) dengan Anemia Sedang  di Puskesmas S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06 November 2012
e.    Dapat mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang telah diberikan pada Ny.“L” hamil trimester II (21 minggu) dengan Anemia Sedang  di Puskesmas S.Parman yang dilaksanakan pada tanggal 06
November 2012




C.    Manfaat
1.    Bagi Mahasiswa
Membantu meningkatkan wawasan dalam menerapan ilmu yang telah di berikan dalam perkuliahan & mengimplementasikannya dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
2.    Bagi lahan praktek
Menambah dan meningkatkan pelayanan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang lebih modern dalam melaksanakan asuhan kebidanan terhadap klien.







BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    Pengertian
Anemia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan menurunnya kadar zat warna merah dalam sel darah merah atau eritrosit yang disebut sebagai hemoglobin. (Manuaba,  2010).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dimana kadar hemoglobin dibawah 11 gr %. ( Saifuddin, 2006)
Anemia berarti kurangnya hemoglobin dalam darah, yang disebabkan oleh jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit (Guyton, 2007)
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr %. (Wiknjosastro, 2002).
Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar Hb dan /atau hitung eritrosit lebih rendah dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb< 14 g/dl dan Hb< 41 % pada pria atau Hb<12 g/dl dan Hb<37 % pada wanita. (Arif Mansjoer, 2001)
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar Hb<10,5 gr% pada trimester II (Saifudin, 2002)
Kehamilan memang rentan terhadap berbagai keluhan penyakit. Salah satunya adalah anemia. Anemia yang diderita oleh ibu hamil atau disebut juga anemia ibu hamil bisa menghambat serta mengganggu kesehatan ibu dan janin yang tengah dikandung. Anemia ibu hamil memiliki keluhan yang cenderung sama dengan anemia biasa, yang membedakan adalah waktu penyakit anemia itu diderita.



B.    Etiologi
Menurut Mochtar (2002)  penyebab anemia pada umunya adalah  :
1.    Perdarahan
2.    Kekurangan gizi seperti : zat besi, vitamin B 12dan asam folat.
3.     Penyakit kronik, seperti gagal ginjal, abses paru, bronkiektasis, empiema, dll.
4.    Kelainan darah
5.    Ketidaksanggupan sum-sum tulang membentuk sel-sel darah.
6.    Malabsorpsi
Penyebab anemia pada kehamilan :
1.    Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin
2.    Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
3.    Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
4.    Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe).
5.    Pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.
Faktor Resiko Anemia pada Ibu Hamil
1.    Umur < 20 tahun atau > 35 tahun
2.    Perdarahan akut
3.    Pekerja berat
4.    Makan < 3 kali dan makanan yang dikonsumsi kurang zat besi







C.    Gejala Klinis
Gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan anemia adalah lemas, pusing, cepat lelah, mudah mengantuk, konsentrasi menurun, pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk, tampak pucat. Kepucatan dapat dilihat pada konjungtiva. (Arisman, 2004)
Tanda dan gejala anemia yaitu :
1.    5 L yaitu : lesu, letih, lemah, lelah, lunglai
2.     Pusing dan pandangan mata berkunang-kunang
3.     Pucat pada kelopak mata, bibir lidah dan telapak tangan
4.    Pada ibu hamil muda keluhan mual-muntah hebat
Untuk menegakan diagnosa anemia dalam kehamilan dapat dilakukan dengan
1.    Anamnesa
Pada anamnesa akan didapatkan keluhan seperti tanda dan gejala anemia.
2.     Pemeriksaan Hb
Pemeriksaan Hb dapat dilakukan dengan alat sahli
Hasil pemeriksaan Hb dapat digolongkan sebagai berikut :
Hb 11 gr % à tidak anemia
9 – 10 gr % à anemia ringan
7 – 8 gr % à anemia sedang
< 7 gr % à anemia berat
Pemeriksaan Hb dilakukan minimal 2x selama kehamilan yaitu pada trimester I dan trimester III. (Wiknjosastro, 2006).


D.    Patofisilogi
Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron. (Arisman, 2004)
Pada umumnya cadangan zat besi pada wanita selalu berkurang hasil ini disebabkan karena kehilangan darah setiap bupalan pada waktu haid. Pada wanita hamil cadangan ini akan berkurang lagi karena kebutuha janin akan zat besi sangat besar, juga bertambahnya volume darah kadar Hb semakin turun. Kadar Hb yang rendah ini disebut anemia.
Kebutuhan zat besi ibu selama hamil ialah 800 mg zat besi.
800 mg à untuk janin dan plasenta
500 mg à untuk pertumbuhan eritrosit ibu
Dengan demikian ibu hamil membutuhkan tambahan sekitar 2-3 mg/hari.

E.    Komplikasi
Anemia dapat terjadi pada setiap ibu hamil, karena itulah kejadian ini harus selalu diwaspadai.
Anemia yang terjadi saat ibu hamil Trimester I akan dapat mengakibatkan : abortus, missed abortus dan kelainan kongenital.
 Anemia pada kehamilan trimester II dapat menyebabkan : persalinan prematur, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia aintrauterin sampai kematian, BBLR, gestosis dan mudah terkena infeksi, IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
 Saat inpartu, anemia dapat menimbulkan gangguan his baik primer maupun sekunder, janin akan lahir dengan anemia, dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu cepat lelah. Saat post partum anemia dapat menyebabkan: tonia uteri, retensio plasenta, pelukaan sukar sembuh, mudah terjadi febris puerpuralis dan gangguan involusio uteri. (Manuaba, 2000)
Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan, yaitu :
1.    Bahaya selama kehamilan
a.    Tumbuh kembang janin terlambat
b.    hiperemesis gravidarum dan gestosis.
c.    Menimbulkan plasenta previa.
d.    Dapat menimbulkan solusio plasenta.
2.    Bahaya terhadap persalinan
a.    Persalinan berlangsung lama.
b.    Sering terjadi fetal distress.
c.    Persalinan dengan tindakan operasi.
d.    Terjadi emboli air ketuban.
3.    Bahaya selama post partum
a.     Terjadi perdarahan post partum
b.    Dapat terjadi retensio plasenta atau plasenta rest.
c.    Bayi lahir dengan anemia.
4.     Bahaya terhadap janin
a.     Abortus.
b.    Terjadi kematian intra uterin.
c.    Persalinan prematuritas tinggi.
d.    Berat badan lahir rendah.
e.    Kelahiran dengan anemia.
f.     Dapat terjadi cacat bawaan.
g.     Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal.
h.    Intelegensia rendah. (Manuaba, 2000)

F.    Penatalaksanaan
1.    Pencegahan
a.    Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur.
b.    Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.
c.    Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi dan penyakit cacingan.at besi.
2.     Terapi pengobatan
a.    Terapi oral
Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Sebagianbesar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu  polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya. Dan biasanya asupan nutrisi yang mengandung zat besi cenderung lebih tinggi pada ibu hamil daripada wanita normal. Umumnya asupan nutrisi meningkat 2 kali lipat daripada wanita normal.Pengobatan yang lain:
Asam folik 15 – 30 mg per hari
Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari
Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari
Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah.
b.    Terapi Parenteral
Diberikan jika penderita tidak tahan akan obat besi peroral ada gangguan penyerapan oenyakit saluran pencernaan atau apabila kehamilannya sudah tua. Therapy parenteral ini diberikan dalam bentuk ferri. Secara intramusculus dapat disuntikan dextran besi (imferon) atau sorbitol besi (Jectofer)









BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN
ANEMIA RINGAN

Hari/Tanggal Pengkajian    : 06 November 2012
Jam Pengkajian        : 09.15
No RMK             : 906807
A.    SUBJECTIVE DATA
1.    Identitas
Istri
Nama        : Ny. L           
Umur        : 20 tahun       
Agama        : Islam                   
Suku/Bangsa    : Banjar/ Indonesia           
Pendidikan        : SMP                       
Pekerjaan        : Ibu Rumah Tangga           
Alamat        : Jl. Perdagangan Rt 22           

Suami
Nama        : Tn. F           
Umur        : 30 tahun       
Agama        : Islam/Indonesia           
Suku/Bangsa    : Banjar/Indonesia           
Pendidikan        : SMA                       
Pekerjaan        : Dagang Pasir               
Alamat        : Jl. Perdagangan Rt 22
2.     Keluhan Utama  
ibu mengatakan hamil 5 bulan, mengeluh pusing dan ingin memeriksa kehamilan
3.    Riwayat Perkawinan
Kawin 1 kali, Kawin pertama kali umur 20 tahun, dengan suami sekarang sudah 1 tahun
4.    Riwayat Haid
a.    Menarche umur     : 14 tahun
b.    Siklus        : 28 hari
c.    Teratur/tidak    : teratur
d.    Lamanya        : 7 hari
e.    Banyaknya        : .2-3 kali / hari
f.    Dismenorhoe    : tidak ada
g.    HPHT        : 06-06-2012
h.    Taksiran Partus    :13-03-2013
5.    Riwayat Obstetri
No    Thn    Kehamilan    Persalinan    Bayi    Penyulit Nifas    Ket
        UK    Penyulit    UK    Cara
    Tempat/
Penolong    Penyulit    BB    PB    Seks    Keadaan lahir       
1
    ini
                                               

6.    Riwayat Keluarga Berencana
a.    Jenis            : tidak pernah
b.    Lama            : tidak pernah
c.    Masalah            : tidak ada
7.    Riwayat Kesehatan
a.    Riwayat kesehatan ibu   
Ibu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menderita penyakit menular seperti Hepatitis,TBC, dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti Asma, Jantung, dan DM.
b.    Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak pernah menderita penyakit menular seperti Hepatitis, TBC, dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti Asma, Jantung, dan DM.

8.    Riwayat Kehamilan Sekarang
Gravida1Para 0 Abortus 0.
a.    ANC Trimester I
1)    Frekuensi        : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
2)    Tempat        : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
3)    Umur kehamilan    : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
4)    Imunisasi        : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
5)    Pergerakan anak    : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
6)    Nasehat         : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
7)    Pengobatan    : Tidak pernah melakukan pemeriksaan

b.    ANC Trimester II
1)    Frekuensi        :  1 kali
2)    Tempat        : PKM S.Parman
3)    Umur kehamilan    : 21 minggu
4)    Imunisasi        : TT1
5)    Pergerakan anak    : (+)
6)    Keluhan        : pusing
7)    Nasehat         : istirahat yang cukup
8)    Pengobatan    : SF         2 x 1
              PCT       3 x 1
              Prenatin 1 x 1
c.    ANC Trimester III
1)    Frekuensi        : belum dilakukan
2)    Tempat        : belum dilakukan
3)    Umurkehamilan    : belum dilakukan
4)    Imunisasi        : belum dilakukan
5)    Pergerakananak    : belum dilakukan
6)    Keluhan        : belum dilakukan
7)    Nasehat        : belum dilakukan
8)    Pengobatan    : belum dilakukan

9.    PolaKebutuhanSehari-hari
a.    Nutrisi
- Jenis yang dikonsumsi    : nasi, lauk pauk, sayuran, buah
- Frekuensi        : 2 kali/hari
- Porsi makan        : sedikit
- Pantangan        : tidak ada
b.    Eliminasi
BAB
- Frekuensi        : 1kali/hari
- Konsistensi        : lembek
- Warna            : kecoklatan
BAK
- Frekuensi        : 4-5 kali/hari
- Warna            : kuning jernih
- Bau            : pesing
c.    Personal Hygiene
- Frekuensi mandi            : 2kali/hari
- Frekuensi gosok gigi        : 2kali/hari
- Frekuensi ganti pakaian/jenis    : 2 kali/hari
d.    Aktifitas    :
e.    Tidur dan Istirahat
- Siang hari            : 1 jam
- Malam hari            : 6-7 jam
- Masalah                : tidak ada
f.    Pola Seksual
Masalah                : tidak ada
10.    Data Psikososialdan Spiritual
a.    Tanggapan ibu terhadap keadaan dirinya    : baik
b.    Tanggapan ibu terhadap kehamilannya       : senang
c.    Ketaatan ibu beribadah               : sholat 5 waktu
d.    Pemecahan masalah dari ibu           : ibu bersama suami
e.    Pengetahuan ibu terhadap kehamilannya        : Tenaga Kesehatan
f.    Budaya yang dipercayai selama kehamilan : tidak ada
g.    Lingkungan yang berpengaruh           
Ibu tinggal bersama    :  suami
Hewan piaraan        : tidak ada
h.    Hubungan sosial ibu dengan mertua, orang tua, keluarga : baik
i.    Penentu pengambil keputusan dalam keluarga               :ibu
j.    Jumlah penghasilan keluarga                  : cukup
k.    Yang menanggung biaya ANC dan persalinan          : suami

B.    OBJECTIVE DATA
1.    Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum                   : baik   
b. Kesadaran            : Compos Mentis
c. Berat badan           
    Sebelum hamil        : 42 kg
    Sekarang            : 48,5 kg
d. Tinggi badan        : 150 cm
                    e.  LILA            : 25 cm
                    f.  Tanda Vital            :  TD 110/70mmHg, Nadi 60x/menit
                               Suhu 36°C, Respirasi 27x/menit
2.    Pemeriksaan khusus
a.    Inpeksi
-    Kepala    : Bentuk kepala tampak simetris, rambut tampak
      berwarna hitam, tidak tampak ketombe, tidak
      tampak adanya benjolan, dan penyebaran rambut
      merata
-    Muka    : Tampak pucat, tidak tampak adanya oedema, tidak
    tampak adanya closma gravidarum
-    Mata    : Bentuk tampak simetris, konjungtiva anemis,
      sklera tidak ikterik
-    Hidung    : Tidak tampak adanya polip & tidak ada sumbatan
       jalan
       nafas
-    Telinga    : Bentuk tampak simetris kiri dan kanan, tidak
       tampak adanya pengeluaran serumen
-    Mulut    : Bibir tampak pucat, tidak stomatitis, lidah bersih,       tidak tampak adanya karies gigi
-    Dada    : Tampak simetris, pernapasan tidak ada retraksi
       dada
-    Mamae    : Bentuk tampak simetris, putting menonjol, tampak
  hyperpigmentasi pada areola.
 
-    Perut     : Tidak tampak bekas operasi, tidak tampak
       jaringan parut
-    Tungkai    : Tidak tampak oedem dan varieses

b.    Palpasi
Leher        : Tidak teraba adanya pembengkakan vena
       Jugularis dan kelenjar tyroid
Mamae       : Tidak ada nyeri tekan & tidak teraba adanya
        masa/benjolan
Abdomen
- Leopold I        :    TFU 1 jari dibawah pusat
- Leopold II     :    Belum dapat ditentukan
- Leopold III    :  Belum dapat ditentukan
- Leopold IV    :    Belum dapat ditentukan
TBJ          :  Belum dapat ditentukan

c.    Auskultasi
DJJ         : Belum terdengar jelas.
d.    Perkusi
-Refleks Patella    : Kiri / Kanan , (+) / (+)
Cek ginjal        : Kiri / Kanan, (-) / (-)
e.    Pemeriksaan Panggul Luar :
-  Distansia Spinarum    : tidak dilakukan
- Distansia Cristarum    : tidak dilakukan
 - Conjugata Eksterna    : tidak dilakukan
- Lingkar Panggul        : tidak dilakukan

   3.  Pemeriksaan Penunjang
                   Laboratorium         : Selasa, 06 November 2012
             - HB          : 10,4 gr%
C.    ASSESMENT
a. DiagnosaKebidanan  : G1P0A0 hamil 21 minggu, janin tunggal hidup            intra uterin dengan kehamilan fisiologis
       b.  Masalah                      :  ibu mengeluh pusing
       c.  Kebutuhan                  :  konseling
      D. PLANNING
1.    Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan anemia ringan dengan hasil pemeriksaan TD : 120/80  mmHg, Nadi : 80 x /menit , Respirasi : 24 x/menit, suhu : 37 0C Hb : 9,9 gr %, DJJ (+) terdengar jelas dengan frekuensi 142 x / menit, taksiran partus pada tanggal 27-08-2012.
“Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan ”.

2.    Memberitahu ibu Penyebab terjadinya anemia :
a.    Kurang gizi (malnutrisi)
b.    Kurang zat besi dalam diet
c.    Malabsorpsi
d.    Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, haid dll
e.    Penyakit-penyakit kronik : TBC, paru, cacing usus, malaria, dll.

“Ibu mengerti dan mengetahui penyebab terjadinya dari anemia”

3.    Memberitahu ibu akibat dari anemia:
a.    Perdarahan pada saat persalinan
b.    Terjadi abortus
c.    Partus prematurus
d.    Lamanya waktu partus karena anemia
e.    Rentan infeksi
 “Ibu mengerti dan mengetahui akibat dari anemia”

4.    Memberitahu ibu cara mengatasi anemia dengan cara ibu mengonsumsi tablet tambah darah (SF) diminum 2kali sehari, pada pagi hari dan malam hari setelah makan dengan menggunakan air putih atau air jeruk, jangan diminum menggunakan air teh, susu atau kopi. Efek samping dari mengonsumsi obat tambah darah adalah mual, muntah, nyeri lambung, perut tidak enak, susah buang air besar atau diare dan tinja berwarna hitam.
“Ibu bersedia meminum obat tablet penambah darah, ibu juga mengetahui efek samping dari tablet tambah darah (SF) dan ibu sudah mengerti cara mengkonsumsinya ”.

5.    Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi
a.    Makanan yang bergizi seperti nasi, lauk-pauk ( ikan, tahu, tempe, dll), sayuran hijau seperti bayam, katuk (dimasak jangan sampai layu) dan buah-buahan seperti Pisang, pepaya, dll
b.    Menganjurkan ibu untuk meminum air putih 8 – 10 gelas / hari dan meminum susu khusus untuk ibu hamil .
  “Ibu bersedia mengkonsumsi makanan yang bergizi”.

6.    Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup 1 – 2 jam pada siang hari, dan 6 – 8 jam pada malam hari agar stamina ibu tetap terjaga serta menganjurkan ibu untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat – berat.
“Ibu bersedia untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan pekerjaan berat”.
7.    Menganjurkan ibu untuk meningkatkan personal hygiene yaitu dengan cara mengganti pakaian dalam sehabis BAB / BAK atau jika terasa basah dan lembab serta memberitahu cara cebok yang benar yaitu dari depan kebelakang, menggunakan BH yang menopang payudara dan menggunakan pakaian yang menyerap keringat.
“ Ibu bersedia untuk meningkatkan personal hygiene ”.

8.    Memberitahukan ibu tanda bahaya kehamilan, yaitu:
a.    Perdarahan pervagina
b.    Ketuban pecah dini
c.    Kaki, tangan, muka bengkak disertai pusing
d.    Mual muntah berlebih
e.    Penglihatan kabur
f.    Pergerakan janin berkurang
“Ibu sudah mengetahui tanda bahaya kehamilan”

9.    Menganjurkan kepada ibu untuk melakukan persiapan kelahiran seperti persiapan transportasi,dana dan dimana ibu ingin melahirkan
“ibu berjanji akan melakukan sesuai anjuran”

10.    Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda persalinan dan menganjurkan kepada ibu untu segera ke petugas kesehatan jika menemukan tanda persalinan tersebut.tanda-tanda tersebut meliputi:
1.Nyeri perut menjalar ke pinggang semakin sering
2. Adanya pengeluaran lendir bercampur darah
3. Adanya pengeluaran air-air
“Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan”

11.    Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 bulan lagi atau jika ada keluhan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan kehamilan ibu serta untuk mendeteksi adanya masalah pada kehamilan ibu.
“ibu berjanji akan melakukan sesuai anjuran”


















BAB IV
PEMBAHASAN

Anemia memang banyak dialami oleh wanita, terutama oleh kelompok umur yang setiap bulannya masih mengalami menstruasi. Seorang wanita mengalami peningkatan plasma darah sampai 30% sel darah 18% tetapi Hb hanya bertambah 19% akibatnya frekuensi anemia pada kehamilan cukup tinggi yaitu 10 – 20% penderita anemia akan mengalami gejala variasi mulai dari anemia ringan sampai berat, tergantung kadar Hbnya.
Banyak penyulit dapat muncul pada kehamilan dengan anemia, diantaranya:
a.    Abortus
b.    Partus prematurus
c.    Lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim
d.    Perdarahan postpartum
e.    Rentan infeksi
f.    Rawan dekompensasikordis pada penderita dengan Hb 4 gr %.
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Gejala lemah, letih, lesu, lelah, lunglai atau yang biasa disebut 5L juga merupakan salah satu gejala Anemia.
            Penatalaksanaan yang diberikan pada Ny. A setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan HB ibu 9,1gr% yang berarti ibu mengalami anemia yaitu ibu disarankan untuk mengonsumsi sayur sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong serta kacang - kacangan, dan daging. Sayuran dimasak jangan sampai terlalu matang, apabila terlalu matang vitaminnya akan berkurang. Ibu juga diberikan suplemen tablet SF (tambah darah) diminum 2x sehari.BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.    Anemia adalah keadaan di mana sel darah merah (eritrosit) atau hemoglobin atau keduanya mengalami penurunan kemampuan mengangkut oksigen. Yang paling umum terjadi adalah anemia defisiensi besi, terutama pada penderita yang mengalami pendarahan cukup banyak.
2.    Penyebab anemia umumnya adalah :
a.    Kurang gizi (malnutrisi)
b.    Kurang zat besi dalam diet
c.    Malabsorpsi
d.    Kehilangan darah yang banyak : persalinan sebelumnya, haid dll
e.    Penyakit-penyakit kronik : TBC, paru, malaria dll
3.    Gejala anemia yaitu badan lemah, tidak nafsu makan, muka pucat, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, dan pandangan kadang-kadang kabur terutama dari keadaan duduk kemudian berdiri.
4.    Komplikasi yang terjadi yaitu:
a.    Abortus
b.    Partus prematurus
c.    Lamanya waktu persalinan karena kurang daya dorongan dari rahim
d.    Perdarahan postpartum
e.    Rentan infeksi
5.    ibu mengalami anemia yaitu ibu disarankan untuk mengonsumsi sayur sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong serta kacang - kacangan, dan daging. Sayuran dimasak jangan sampai terlalu matang, apabila terlalu matang vitaminnya akan berkurang. Ibu juga diberikan suplemen tablet SF (tambah darah) diminum 2x sehari pada pagi hari dan malam hari setelah makan, diminum dengan air putih atau air jeruk. Jangan diminum dengan menggunakan air teh, kopi atau susu.
B.    Saran
1.    Bagi Masyarakat atau Ibu Hamil
Disarankan untuk ibu hamil untuk lebih sering dan rutin memeriksakan kehamilannya sedini mungkin ke dokter kandungan atau bidan untuk lebih cepat mendapatkan konseling dan komplikasi dalam kehamilan.
2.    Bagi Mahasiswa
Disarankan agar dapat mengetahui cara penanganan dan pendeteksian kehamilan dengan anemia tersebut.

   


Daftar Pustaka

Arisman, M.B, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Maimunah S, 2005.Kamus Istilah Kebidanan.Penertbit Buku EGC.Jakarta
Manuaba, I, Gde, Bagus, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta
Manuaba, I, Gde, Bagus, 2001. Kapita Selekta PenatalaksanaanRutin Obstetri, Ginekologi dan KB. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta
Mochtar, Rustam 1998. Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Noor, M, Hasnah, 2006. Metodologi Penelitian Dan Kebidanan Komunitas Program DIII Kebidanan Universitas Indonesia Timur Makassar
Prawirohardjo, Sarwono, 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan  Meternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Jakarta
Saifuddin AB. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP, Jakarta
 Varney, Helen, 2002. Buku Saku Bidan, Edisi Bahasa Indonesia Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Wiknjosastro H, 2002. Ilmu kebidanan. Edisi Ketiga. Yayasan Bina Pustaka Jakarta


No comments:

Post a Comment